Sering menemui kesulitan saat anda mencoba menghafal sekian banyak kosakata berbahasa Inggris? Tak perlu lagi! Cobalah lakukan strategi dan petunjuk praktis dibawah ini yang dapat membantu membangun kosakata anda!
Hubungkan: Adalah lebih mudah menghafal kosakata berdasarkan sebuah tema sama. Buatlah koneksi anda sendiri antara kosakata dan bila mungkin susunlah mereka kedalam sebuah diagram laba-laba.
Tulis: Penggunakan kosakata secara praktis dapat membantu anda agar kata-kata tersebut melekat di kepala anda. Tulislah kalimat-kalimat dengan menggunakan perbendaharaan kata-kata baru atau buatlah suatu cerita dengan memakai sekolompok kata atau ekspresi tertentu.
Gambar: Tunjukanlah bakat seni anda dengan membuat gambar-gambar yang berhubungan dengan kata-kata yang sedang anda pelajari. Gambar anda tersebut dapat membantu memicu ingatan anda di masa datang.
Lakukan dengan Tindakan: Gambarkan kata-kata dan ekspresi/ungkapan-ungkapan yang sedang anda pelajari melalui gerakan tubuh anda. Atau, bayangkan dan lakukan kata-kata dalam sebuah situasi dimana anda perlu menggunakannya.
Ciptakan: Buat rancangan/desain kartu-kartu mini dan pelajari mereka di waktu luang anda. Buatlah kartu-kartu baru setiap minggunya, tapi tetap pelajari mereka secara keseluruhan dan berkala.
Asosiasi: Berikan warna-warna yang berbeda kepada kata-kata yang berbeda. Asosiasi seperti ini akan membantu anda mengingat kosakata anda nantinya.
Dengarkan: Pikirkan kata lainnya yang terdengar mirip dengan kata-kata yang sedang anda pelajari, terutama kata-kata yang rumit. Asosiasikan kata-kata tersebut dengan kata-kata yang baru untuk membantu anda dalam pengucapannya.
Pilih: Ingatlah bahwa akan lebih mudah untuk belajar bila topiknya adalah sesuatu yang menarik bagi anda. Sehingga, hati-hatilah memilih kata yang anda rasa berguna atau menarik. Sadari bahwa proses pemilihan kata itu juga merupakan suatu cara membantu anda menghafal dan mengingat!
Batasi: Jangan berusaha menghafal kamus dalam sehari! Batasi diri anda sebanyak 15 kata per hari, dan anda akan mendapatkan kepercayaan diri dan tak lagi merasa terbebani.
Perhatikan: Perhatikan dengan seksama kata-kata yang anda pelajari ketika membaca atau mendengarkan sesuatu yang berbahasa Inggris.
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 November 2009
Dalam menerjemahkan sebuah teks, kita tidak saja mampu menuangkan artian atau terjemahan semata namun yang terpenting adalah kita harus mampu menghadirkan hasil terjemahan yang real mengimplementasikan ide-ide penulis.
Lingkup dan Pentingnya Terjemahan Bagi Siswa Sekolah
Terjemahan adalah kesatuan dari sebuah aktivitas manusia yang memungkinkan manusia untuk merubah ide-ide dan pemikiran yang erat kaitanya dengan pengunaan bahasa yang berbeda. Al Wassety(2001) melihat penomena terjemahan sebagai pembentukan aliran dari sebuah penomena bahasa. Enani (1997) menambahkan bahwa terjemahan adalah ilmu moderen yang tidak lepas dari cakupan Ilmu filosopi, Linguistik, Psikologi, dan Sosiologi.
Terjemahan adalah sebuah pekerjaaan yang rumit dimana pekerjaan ini belum tentu mudah disekalisaikan dalam aturan secara scientifik saja, terjemahan lebih mengarah ke seni subjektif, khusunya yang menyangkut hal-hal yang sifatnya konseptual dan hanya mampu dijelaskan dengan istilah-istlah tertentu yang tentu saja telah diterima secara umum oleh kebanyakan orang. Intinya terjemahan adalah sebuah ilmu, ketrampilan, dan sebuah seni.
Ini dikatakan sebagai sebuah Ilmu dimana terjemahan itu mampu menggabungkan kepentingan struktur pengetahuan yang lengkap serta menyatukan dua bahasa berbeda menjadi satu. Dikatakan sebagai ketrampilan karena ditopang oleh kemampuan seorang penerjemah dalam menyelesaikan segala kesulitan dan kemapuannya untuk menyediakan sesuatu terjemahan yang tidak memiliki keseimbangan dengan bahasa target.
Terjemahan dikatakan sebagai Seni karena ini menuntut kemampuan artistik untuk lebih terbiasa dengan teks sesungguhnya dalam upaya untuk membentuk atau menghasilkan sebuah produk terjemahan bagi pembaca yang mungkin kurang paham dengan bahasa originalnya. Dalam terjemahan, kaya akan kosakata, pemahaman budaya yang mendalam, dan visi yang dimiliki siswa dapat memberikan pengaruh yang signifikan bagi seorang siswa. Massoud (1988) membagi beberapa kriteria untuk terjemahan yang bagus, diantaranya: sebuah terjemahn harus mudah dipahami, jelas dan tidak rancu, idiomatik, dan tentunya sebisa mungkin menampilkan makna asli dari teks yang diterjemahkan.
Kendala Dalam Terjemahan
Permasalahan dalam terjemahan dapat dibagi menjadi: Problem Lingiustik dan Problem Budaya. Problem Linguistik mencakup perbedaaan tata bahasa, kosakata-kosakata yang berbeda, dan makna masing-masing kosakata; Problem budaya: berkaitan dengan bentuk situasi yang berbeda. Budaya merupakan masalah utama yang menjadi kendala utama yang dihadapi oleh kebanyakan orang. Literatur yang kurang tepat dalam penyokong tugas penerjemahan akan memberikan konsep yang salah mengenai bahasa yang sebenarnya. Sehingga Fionty (2001) menilai bahwa terjemahan yang buruk adalah yang merubah keseluruhan makna dari teks originalnya serta mengkesampinghkan referensi-refensi budaya dari bahasa original tsb.
Tugas dalam menerjemahkan
Seorang dalam menerjemahkan sebuah teks dihadapi oleh kemampuannya mengolah teks-teks yang diterjemahkan kedalam bahasa target. menerjemahkan tidak saja mampu menuangkan artian atau terjemahan semata namun point utama yang tak terlupakan adalah dia harus mampu hadirkan hasil terjemahannya secara terurai yang mengimplementasikan ide-ide real penulis tsb dan menganalisa pesan-pesan utama dalam teks terjemahannya, serta meyimpulkannya kedalam elemen-elemen yang lebih simpel dan tersrtuktur dengan jelas, untuk kemudian mentransformasikannya kedalam bahasa target yang tentu saja sesuai dengan apa yang dinginkan para pembaca atau siswa yang dalam tujuan untuk memperoleh manfaat dari hasil terjemahannya, tentunya sebuah Informasi yang tepat.
Ketrampilan-kertampilan yang harus dimilki Para Siswa
Untuk mempemudah para pemula dalam menerjemahkan sebuah teks bahasa Inggris, kita harus memilki ketrampilan-ketrampilan sebagai berikut: pemahaman bacaan/ membaca secara mendalam, kemapuan mencari, kemapuan menganalisa, dan kemampuan dalam menyusun.
Membaca teks secara mendalam
Fase pertama bagi para pemula dalam mencoba menterjemahkan adalah proses membaca teks. Kegiatan membaca mengarah kepada kemampuan kompetensi psikologi, karena ini berterkaitan dengan sistem perseptif. Saat kita membaca kita tidak menyimpan kata di otak kita. Membaca suatu teks terjemahan secara mendalam dapat memberikan kejelasan ide-ide yang terkandung dalam teks tsb.
Kemampuan Mencari
Enani(2002) menyarankan kepada para pemula jika tidak mengetahui arti sebuah kata, gunakan kamus untuk mencari jawabannya. Kamus yang digunakan bisa saja: kamus dua bahasa, kamus tentang sejarah dasar, kamus bahasa Inggris terbaru, kamus istilah, dan kamus khusus( kamus-kamus tentang common error, pengunaan istilah-istilah, kamus slang, kamus- kamus tehnikal) dll.
Kemampuan Menganalisa
Teks yang telah diterjemahkan harus dianalisa kembali hasilnya sehingga finished productnya tidak menyimpang dari ide-ide pokok yang dijabarkan dalam teks originalnya. Antara teks yang telah diterjemahkan harus tetap memiliki keterkaitan padu yang tentu saja tidak terpecah-pecah dan jauh dari ide utama dari pesan original teks tsb. Selalu upayakan menganalisa ide-ide awal dan akhir dari ide-ide teks, analisa ketercocokan makna dari teks, analisa struktur dari bahasa target sehingga bisa menghasilkan terjemahan yang terbaik.
Kemampuan Menyusun
Langkah terakhir adalah menyusun hasil terjemahan yang telah dianalisa kedalam kajian yang lebih sempurna atau finished formnya. Dalam proses penyusunan terjemahan itu kita telah yakin bahwa ide-ide yang terkandung dalam teks originalnya telah ditrasformasikan kedalam bahasa targetnya.
Problem yang dihadapi kebanyakan orang dalam menterjemahkan sebuah teks bahasa Inggris dikarenakan lemahnya penguasaan kosakata, minat membaca yang kurang, terlebih-lebih membaca teks-teks yang berbahasa Inggris. Pengalaman saya sebagai guru Bahasa Inggris memberikan titik terang bahwa para siswa didik kita ini menterjemahkan teks atau kalimat-kalimat bahasa inggris ini cendrung mengarah ke translate by one word yang akhirnya waktu yang dibutuhkan lebih lama dan makna atau ide-ide yang tersimpan dalam teks tersebut terpecah-pecah dan tidak coherence dengan ide yang terkandung dalam original teksnya. Maka melaui media tulisan ini saya menawarkan solusi simpel yang bisa mempermudah para siswa dalam melakukan penerjemahan sebuah teks yanitu berusaha untuk tidak mengambil cara terjemaham one word tapi usahakan satu atau dua word yang telah diketahui maknanya dapat dijadikan acuan membuat kesimpulan arti atau makna yang tersimpan dari teks tsb.Harapan saya semoga artikel ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua dalam menghadapi problem menterjemahkan teks yang berbahasa Inggris.
Lingkup dan Pentingnya Terjemahan Bagi Siswa Sekolah
Terjemahan adalah kesatuan dari sebuah aktivitas manusia yang memungkinkan manusia untuk merubah ide-ide dan pemikiran yang erat kaitanya dengan pengunaan bahasa yang berbeda. Al Wassety(2001) melihat penomena terjemahan sebagai pembentukan aliran dari sebuah penomena bahasa. Enani (1997) menambahkan bahwa terjemahan adalah ilmu moderen yang tidak lepas dari cakupan Ilmu filosopi, Linguistik, Psikologi, dan Sosiologi.
Terjemahan adalah sebuah pekerjaaan yang rumit dimana pekerjaan ini belum tentu mudah disekalisaikan dalam aturan secara scientifik saja, terjemahan lebih mengarah ke seni subjektif, khusunya yang menyangkut hal-hal yang sifatnya konseptual dan hanya mampu dijelaskan dengan istilah-istlah tertentu yang tentu saja telah diterima secara umum oleh kebanyakan orang. Intinya terjemahan adalah sebuah ilmu, ketrampilan, dan sebuah seni.
Ini dikatakan sebagai sebuah Ilmu dimana terjemahan itu mampu menggabungkan kepentingan struktur pengetahuan yang lengkap serta menyatukan dua bahasa berbeda menjadi satu. Dikatakan sebagai ketrampilan karena ditopang oleh kemampuan seorang penerjemah dalam menyelesaikan segala kesulitan dan kemapuannya untuk menyediakan sesuatu terjemahan yang tidak memiliki keseimbangan dengan bahasa target.
Terjemahan dikatakan sebagai Seni karena ini menuntut kemampuan artistik untuk lebih terbiasa dengan teks sesungguhnya dalam upaya untuk membentuk atau menghasilkan sebuah produk terjemahan bagi pembaca yang mungkin kurang paham dengan bahasa originalnya. Dalam terjemahan, kaya akan kosakata, pemahaman budaya yang mendalam, dan visi yang dimiliki siswa dapat memberikan pengaruh yang signifikan bagi seorang siswa. Massoud (1988) membagi beberapa kriteria untuk terjemahan yang bagus, diantaranya: sebuah terjemahn harus mudah dipahami, jelas dan tidak rancu, idiomatik, dan tentunya sebisa mungkin menampilkan makna asli dari teks yang diterjemahkan.
Kendala Dalam Terjemahan
Permasalahan dalam terjemahan dapat dibagi menjadi: Problem Lingiustik dan Problem Budaya. Problem Linguistik mencakup perbedaaan tata bahasa, kosakata-kosakata yang berbeda, dan makna masing-masing kosakata; Problem budaya: berkaitan dengan bentuk situasi yang berbeda. Budaya merupakan masalah utama yang menjadi kendala utama yang dihadapi oleh kebanyakan orang. Literatur yang kurang tepat dalam penyokong tugas penerjemahan akan memberikan konsep yang salah mengenai bahasa yang sebenarnya. Sehingga Fionty (2001) menilai bahwa terjemahan yang buruk adalah yang merubah keseluruhan makna dari teks originalnya serta mengkesampinghkan referensi-refensi budaya dari bahasa original tsb.
Tugas dalam menerjemahkan
Seorang dalam menerjemahkan sebuah teks dihadapi oleh kemampuannya mengolah teks-teks yang diterjemahkan kedalam bahasa target. menerjemahkan tidak saja mampu menuangkan artian atau terjemahan semata namun point utama yang tak terlupakan adalah dia harus mampu hadirkan hasil terjemahannya secara terurai yang mengimplementasikan ide-ide real penulis tsb dan menganalisa pesan-pesan utama dalam teks terjemahannya, serta meyimpulkannya kedalam elemen-elemen yang lebih simpel dan tersrtuktur dengan jelas, untuk kemudian mentransformasikannya kedalam bahasa target yang tentu saja sesuai dengan apa yang dinginkan para pembaca atau siswa yang dalam tujuan untuk memperoleh manfaat dari hasil terjemahannya, tentunya sebuah Informasi yang tepat.
Ketrampilan-kertampilan yang harus dimilki Para Siswa
Untuk mempemudah para pemula dalam menerjemahkan sebuah teks bahasa Inggris, kita harus memilki ketrampilan-ketrampilan sebagai berikut: pemahaman bacaan/ membaca secara mendalam, kemapuan mencari, kemapuan menganalisa, dan kemampuan dalam menyusun.
Membaca teks secara mendalam
Fase pertama bagi para pemula dalam mencoba menterjemahkan adalah proses membaca teks. Kegiatan membaca mengarah kepada kemampuan kompetensi psikologi, karena ini berterkaitan dengan sistem perseptif. Saat kita membaca kita tidak menyimpan kata di otak kita. Membaca suatu teks terjemahan secara mendalam dapat memberikan kejelasan ide-ide yang terkandung dalam teks tsb.
Kemampuan Mencari
Enani(2002) menyarankan kepada para pemula jika tidak mengetahui arti sebuah kata, gunakan kamus untuk mencari jawabannya. Kamus yang digunakan bisa saja: kamus dua bahasa, kamus tentang sejarah dasar, kamus bahasa Inggris terbaru, kamus istilah, dan kamus khusus( kamus-kamus tentang common error, pengunaan istilah-istilah, kamus slang, kamus- kamus tehnikal) dll.
Kemampuan Menganalisa
Teks yang telah diterjemahkan harus dianalisa kembali hasilnya sehingga finished productnya tidak menyimpang dari ide-ide pokok yang dijabarkan dalam teks originalnya. Antara teks yang telah diterjemahkan harus tetap memiliki keterkaitan padu yang tentu saja tidak terpecah-pecah dan jauh dari ide utama dari pesan original teks tsb. Selalu upayakan menganalisa ide-ide awal dan akhir dari ide-ide teks, analisa ketercocokan makna dari teks, analisa struktur dari bahasa target sehingga bisa menghasilkan terjemahan yang terbaik.
Kemampuan Menyusun
Langkah terakhir adalah menyusun hasil terjemahan yang telah dianalisa kedalam kajian yang lebih sempurna atau finished formnya. Dalam proses penyusunan terjemahan itu kita telah yakin bahwa ide-ide yang terkandung dalam teks originalnya telah ditrasformasikan kedalam bahasa targetnya.
Problem yang dihadapi kebanyakan orang dalam menterjemahkan sebuah teks bahasa Inggris dikarenakan lemahnya penguasaan kosakata, minat membaca yang kurang, terlebih-lebih membaca teks-teks yang berbahasa Inggris. Pengalaman saya sebagai guru Bahasa Inggris memberikan titik terang bahwa para siswa didik kita ini menterjemahkan teks atau kalimat-kalimat bahasa inggris ini cendrung mengarah ke translate by one word yang akhirnya waktu yang dibutuhkan lebih lama dan makna atau ide-ide yang tersimpan dalam teks tersebut terpecah-pecah dan tidak coherence dengan ide yang terkandung dalam original teksnya. Maka melaui media tulisan ini saya menawarkan solusi simpel yang bisa mempermudah para siswa dalam melakukan penerjemahan sebuah teks yanitu berusaha untuk tidak mengambil cara terjemaham one word tapi usahakan satu atau dua word yang telah diketahui maknanya dapat dijadikan acuan membuat kesimpulan arti atau makna yang tersimpan dari teks tsb.Harapan saya semoga artikel ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua dalam menghadapi problem menterjemahkan teks yang berbahasa Inggris.
Foreigners English are often judged on how well they write. One way to help us become a good writer is to teach ourselves to avoid the top ten grammar mistakes that we always face.
1. Starting sentences with "And." It is all right to start a sentence with "And" occasionally, but some children do it constantly. Limit your young writer to two or fewer "Ands" at the beginning of sentences in each essay.
Wrong: I went roller-skating with my friends. And then we went out for pizza. And then we went home.
Right: I went roller-skating with my friends. Then we went out for pizza. Then we went home.
2. Using casual speech in an essay, such as words like "wanna," "gonna," and "should of."
Wrong: We wanna buy new CDs on Saturday.
Right: We want to buy new CDs on Saturday.
Wrong: My cousin is gonna graduate with top honors.
Right: My cousin is going to graduate with top honors.
Wrong: They should of studied harder for the test.
Right: They should have studied harder for the test.
3. Misunderstanding apostrophes used with singular and plural nouns.
Wrong: These are my sisters' books.
Right: These are my sister's books.
Wrong: This is my parent's house.
Right: This is my parents' house.
4. Creating run-on sentences. Divide into separate sentences or use semi-colons to connect two complete sentences.
Wrong: Summer is my favorite time of year because I can play with my friends and go to the mall and stay out later than during the school year because it doesn't get dark so early like when school is on.
Right: Summer is my favorite time of year. I can play with my friends, go to the mall, and stay out later. During the school year, it gets dark so early that I have to go home.
Wrong: I enjoy lots of different foods like hamburgers and sodas and fried chicken so I choose them when we go out to eat.
Right: I enjoy lots of different foods, like hamburgers, sodas, and fried chicken; I choose them when we go out to eat.
5. Confusing "its" and "it's."
Wrong: Its a beautiful day.
Right: It's a beautiful day.
Explanation: The correct answer uses "it's" because, in this sentence, "it's" means "it is." "It's" is a contraction of "it is."
Wrong: I worried about the dog because it's paw was hurt.
Right: I worried about the dog because its paw was hurt.
6. Misconnecting verbs.
Wrong: We should try and play together.
Right: We should try to play together.
Explanation: The correct answer replaces the word 'and' with 'to,' which properly connects the verbs.
7. Confusing "then" and "than."
Wrong: He is taller then I am.
Right: He is taller than I am.
Explanation: Use the word "than" to indicate a comparison between two things. The word "then" refers to time.
8. Confusing "there," "their," and "they're."
Wrong: We want to play over their.
Right: We want to play over there.
Explanation: Use the word "there" to indicate a location.
Wrong: They are riding they're bicycles.
Right: They are riding their bicycles.
Explanation: Use the word "their" to indicate possession.
Wrong: Their going to the movies today.
Right: They're going to the movies today.
Explanation: Use the word "they're," a contraction, when you mean "they are."
9. Mixing singular and plural subjects in one sentence.
Wrong: I helped my friend with their homework.
Right: I helped my friend with his (or her) homework.
Explanation: "My friend" is a single person, so it is incorrect to say "their homework." "Their" refers to more than one person.
10. Mixing up "your" and "you're."
Wrong: He's going to you're party
Right: He's going to your party.
Wrong: Your going to his party.
Right: You're going to his party.
Conclusion
To help non-native English become better writers, we or a tutor should work with to avoid the top ten grammar mistakes. If we have concerns about our ability's progress in writing, we have speak to our teacher to discuss progress and activities we can work on at home.
by. Ann Bowers in Articlesnatch.com and it was modified
1. Starting sentences with "And." It is all right to start a sentence with "And" occasionally, but some children do it constantly. Limit your young writer to two or fewer "Ands" at the beginning of sentences in each essay.
Wrong: I went roller-skating with my friends. And then we went out for pizza. And then we went home.
Right: I went roller-skating with my friends. Then we went out for pizza. Then we went home.
2. Using casual speech in an essay, such as words like "wanna," "gonna," and "should of."
Wrong: We wanna buy new CDs on Saturday.
Right: We want to buy new CDs on Saturday.
Wrong: My cousin is gonna graduate with top honors.
Right: My cousin is going to graduate with top honors.
Wrong: They should of studied harder for the test.
Right: They should have studied harder for the test.
3. Misunderstanding apostrophes used with singular and plural nouns.
Wrong: These are my sisters' books.
Right: These are my sister's books.
Wrong: This is my parent's house.
Right: This is my parents' house.
4. Creating run-on sentences. Divide into separate sentences or use semi-colons to connect two complete sentences.
Wrong: Summer is my favorite time of year because I can play with my friends and go to the mall and stay out later than during the school year because it doesn't get dark so early like when school is on.
Right: Summer is my favorite time of year. I can play with my friends, go to the mall, and stay out later. During the school year, it gets dark so early that I have to go home.
Wrong: I enjoy lots of different foods like hamburgers and sodas and fried chicken so I choose them when we go out to eat.
Right: I enjoy lots of different foods, like hamburgers, sodas, and fried chicken; I choose them when we go out to eat.
5. Confusing "its" and "it's."
Wrong: Its a beautiful day.
Right: It's a beautiful day.
Explanation: The correct answer uses "it's" because, in this sentence, "it's" means "it is." "It's" is a contraction of "it is."
Wrong: I worried about the dog because it's paw was hurt.
Right: I worried about the dog because its paw was hurt.
6. Misconnecting verbs.
Wrong: We should try and play together.
Right: We should try to play together.
Explanation: The correct answer replaces the word 'and' with 'to,' which properly connects the verbs.
7. Confusing "then" and "than."
Wrong: He is taller then I am.
Right: He is taller than I am.
Explanation: Use the word "than" to indicate a comparison between two things. The word "then" refers to time.
8. Confusing "there," "their," and "they're."
Wrong: We want to play over their.
Right: We want to play over there.
Explanation: Use the word "there" to indicate a location.
Wrong: They are riding they're bicycles.
Right: They are riding their bicycles.
Explanation: Use the word "their" to indicate possession.
Wrong: Their going to the movies today.
Right: They're going to the movies today.
Explanation: Use the word "they're," a contraction, when you mean "they are."
9. Mixing singular and plural subjects in one sentence.
Wrong: I helped my friend with their homework.
Right: I helped my friend with his (or her) homework.
Explanation: "My friend" is a single person, so it is incorrect to say "their homework." "Their" refers to more than one person.
10. Mixing up "your" and "you're."
Wrong: He's going to you're party
Right: He's going to your party.
Wrong: Your going to his party.
Right: You're going to his party.
Conclusion
To help non-native English become better writers, we or a tutor should work with to avoid the top ten grammar mistakes. If we have concerns about our ability's progress in writing, we have speak to our teacher to discuss progress and activities we can work on at home.
by. Ann Bowers in Articlesnatch.com and it was modified
Rabu, 20 Mei 2009
English for FUN

Cintailah bahasa Inggris dengan memulai dari hal yang menyenangkan, bisa berupa quiz, tebak-tebakan, game atau apalah yang penting ada unsur bahasa Inggrisnya. Sebagai contoh coba anda jawab pertanyaan sederhana berikut ini:
"Kenapa why selalu always tetapi but tidak pernah never?"
Untuk menjawabnya anda tidak perlu berpikir terlalu serius......coba perhatikan lagi setiap kata dalam pertanyaan di atas yang kalau anda jeli terdapat pasangan antara bahasa indonesia dan inggris kan? n pasti anda akan menemukan jawabannya. YES! anda benar, jawabnya adalah "karena because itu that" hehehe.....
Lebih banyak lagi, anda bisa klik di sini. Selamat having fun, setelah itu semoga anda semakin cinta Bahasa Inggris. Tak cinta maka tak sayang. So, tunggu apalagi? Bahasa Inggris itu mudah kok..... Trust me!
"Kenapa why selalu always tetapi but tidak pernah never?"
Untuk menjawabnya anda tidak perlu berpikir terlalu serius......coba perhatikan lagi setiap kata dalam pertanyaan di atas yang kalau anda jeli terdapat pasangan antara bahasa indonesia dan inggris kan? n pasti anda akan menemukan jawabannya. YES! anda benar, jawabnya adalah "karena because itu that" hehehe.....
Lebih banyak lagi, anda bisa klik di sini. Selamat having fun, setelah itu semoga anda semakin cinta Bahasa Inggris. Tak cinta maka tak sayang. So, tunggu apalagi? Bahasa Inggris itu mudah kok..... Trust me!
Bahasa Inggris itu Mudah.Tidak Percaya?
Salah satu cara yang paling mudah untuk bener-bener bisa berbahasa Inggris adalah dengan mengatakan bahwa "Bahasa Inggris itu Mudah"! Mudah kan mengatakannya??? Gampang bukan?? Memang! Sangatlah mudah mengatakannya, apa sih susahnya??? Mau bilang mudah ataupun sulit dua-duanya gratis kok. Hanya bedanya, kalau kita mengatakan "mudah" akan memotivasi kita sendiri untuk lebih bersemangat lagi untuk terus mencoba dan mencoba, untuk terus berusaha belajar sampai benar-benar bisa. Begitupun sebaliknya, kalau kita mengatakan sulit, susah, sukar dan lain-lain justru akan mendiscourage diri kita untuk malas mencoba yang akhirnya hasilnya tidak maksimal atau bahkan NOL......Banyak motivator yang mengatakan "KAMU ADALAH APA YANG KAMU KATAKAN" Jadi berhati-hatilah sebelum mengatakan apapun. Jika ingin bisa bahasa Inggris, jangan sungkan-sungkan ataupun malu, merasa ga enak atau apalah untuk mengatakan mantra penyemangat berikut ini: "Ealah......jebulnya bahasa Inggris itu gampang..." Eh benar, ternyata English is very very easy. Hebat juga para motivator itu. Hanya bermodal motivasi dan keinginan untuk BISA, finally saya bisa. Yess.... I CAN! Saya yakin, andapun pasti bisa! Yess..YOU CAN!
Menurut Rommy Rafael (sang master hipnotis), kita tidak boleh mengatakan apapun yang mengandung unsur negatif seperti kata "tidak", karena hal tersebut hanya akan memberikan sugesti negatif pula terhadap diri kita. Jadi jangan katakan "saya TIDAK bisa" melainkan mengatakan SAYA BISA.
Memang sih. Banyak yang mengatakan bahwa bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit bagi beberapa siswa di sekolah karena bahasa Inggris memiliki struktur yang berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahkan tidak serumpun. Sehingga kita sedikit kesulitan kalau harus membuat kalimat berbahasa Inggris dengan sekedar mengganti kata-katanya bermodal kamus lengkap tebal, mahal ataupun kamus bertuah sekalipun. Apalagi kok kamus sesat........
Bingung?? Memang ngalor ngidul nih.. Langsung contoh saja ya? misalnya kita mau bilang, buku kuning, bukan book yellow tetapi yellow book; dia(pr) terlambat, bukan she late; kucing telur bukan cat egg. Karena gak enak juga membacanya kan???hehehe....
Baca selengkapnya di sini
Langganan:
Postingan (Atom)


![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](http://www.blogger.com/valid-atom.png)